Di zaman
yang sekarang ini, teknologi berkembang sangat pesat sehingga HP atau laptop
saja bisa ditaruh Al Qur’an dan beribu-ribu kitab-kitab lainnya. Hal ini belum ada
di zaman Rasulullah, para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, sehingga muncullah pendapat dari ulama tentang masalah ini.
Di dalam
madzhab Syafi’i berpendapat bolehnya memegang dan membawa al-Quran meski tanpa
memakai wudhu bila memenuhi persyaratan berikut ini :
1. Membawanya
dalam sesuatu yang dapat menjaga Quran (misal di dalam tas, koper dll. dengan
ketentuan tidak niat membawa Quran secara langsung)
2. Tertulis
pada mata uang baik Dinar atau dirham
3. Tertulis
untuk dalil penguat yang terdapat pada kitab-kitab ilmu pengetahuan baik ayat
yang tertulis sedikit ataupun banyak. Sedangkan apabila memegang atau membawa Kitab
Tafsir Quran itu dilihat dari banyak dan sedikitnya tafsir Qurannya, apabila
uraian tafsirnya lebih banyak daripada al-Qurannya maka boleh dipegang dan
dibawa walau tanpa wudhu, akan tetapi apabila lebih sedikit tafsirnya daripada
Al Qur’annya maka tidak boleh dipegang dan dibawa ketika tdk ada wudhu.
4. Tertulis
pada pakaian yang disulam seperti pada kelambu ka’bah
5. Memegang dan
membawanya untuk belajar, maka diperkenankan bagi seorang wali / ortu utk memberi
kesempatan pada anaknya memegang dan membawa alQuran meskipun anaknya sudah
menghafalnya.
Apabila
salah satu dari lima ketentuan tersebut tidak terpenuhi maka tidak
diperkenankan memegang dan membawa alQuran tanpa memakai wudhu walaupun hanya
satu ayat dan dengan penghalang (tidak memegangnya secara langsung).
Sedangkan di
dalam madzhab Maliki
berpendapat bahwa bolehnya memegang atau membawa baik secara keseluruhan atau sebagian dari mushaf
alQuran tanpa wudhu jika memenuhi ketentuan :
1. Tertulis
dengan selain tulisan arab
2. Terukir dalam dinar, dirham
atau hal-hal yang biasa dipergunakan untuk niaga karena untuk menghindari adanya masyaqqat
dan dosa sebab sulitnya
menghindarinya
3. Tersimpan
dalam sesuatu yang terjaga (Spt tas, koper, dll) , akan tetapi sebagianulama di
madzhab ini berpendapat “Boleh membawa quran dalam sesuatu yang terjaga bila hanya sebagian quran saja
didalamnya namun bila kesemua
yang terdapat dalam quran tetap tidak boleh membawanya tanpa wudhu”
Dalam bolehnya membawa mushaf alquran dalam sesuatu yang terjaga menurut kalangan Malikiyyah di syaratkan ;
=> Pembawanya Muslim
=> Alqurannya tertutup dengan sesuatu yang dapat mencegah dari kotoran.
Dalam bolehnya membawa mushaf alquran dalam sesuatu yang terjaga menurut kalangan Malikiyyah di syaratkan ;
=> Pembawanya Muslim
=> Alqurannya tertutup dengan sesuatu yang dapat mencegah dari kotoran.
4. Pembawanya adalah
seorang pengajar atau pelajar Quran
Boleh bagi mereka berdua membawa mushaf alQuran meski tanpa wudhu baik bagi yang sudah mukallaf atau belum bahkan bagi wanita haid sekalipun.
Boleh bagi mereka berdua membawa mushaf alQuran meski tanpa wudhu baik bagi yang sudah mukallaf atau belum bahkan bagi wanita haid sekalipun.
APLIKASI
SOFTWARE AL-QURAN
Sekarang
kita membahas tentang bagaimana dengan Aplikasi alQuran yang terdapat pada HP
atau PC , apakah itu termasuk mushaf atau tidak tegolong mushaf.?
Aplikasi
tersebut bukanlah termasuk mushaf, sehingga boleh menyentuhnya meski dalam
keadaan hadats, karena alquran yang ada dalam aplikasi tersebut hanya berupa
pancaran sinar tidak berbentuk lampiran dan tulisan.
Hal ini diambil dari kitab Tuhfah Al Muhtaj:
وَيُؤْخَذُ مِنْهُ أَنَّهُ لَوْ نَقَشَ الْقُرْآنَ عَلَى خَشَبَةٍ وَخَتَمَ بِهَا الْأَوْرَاقَ بِقَصْدِ الْقِرَاءَةِ وَصَارَ يَقْرَأُ يَحْرُمُ مَسُّهَا ، وَلَيْسَ مِنْ الْكِتَابَةِ مَا يُقَصُّ بِالْمِقَصِّ عَلَى صُورَةِ حُرُوفِ الْقُرْآنِ مِنْ وَرَقٍ أَوْ قُمَاشٍ فَلَا يَحْرُمُ مَسُّهُ ا هـ قَوْلُ الْمَتْنِ
(Tuhfah Almuhtaaj II/132)
Kesimpulan
yang dapat diambil dari itu semua adalah, memegang dan membawa HP atau PC yang
di dalamnya terdapat software Al Qur’an-nya adalah BOLEH walaupun tidak dalam
keadaan berwudhu. Akan tetapi apabila aplikasinya sedang dijalankan, maka kita
harus mempunyai adab tatakrama terhadapnya seperti tidak menaruh di saku
celana, tidak membawa ke WC (saat aplikasi dijalankan), tidak menaruhnya di
lantai, dsb.
Semoga
penjelasan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semuanya.. Aamiin
Wallahu a’lam
0 Response to "HUKUM MEMEGANG ATAU MEMBAWA HP/PC YANG TERDAPAT APLIKASI AL QUR’AN DENGAN TANPA WUDHU"
Post a Comment