Dikisahkan bahwa Sayyidina Bisyr bin Harits Al Hafi, sebelum bertaubat merupakan seorang pengembara yang berperangai buruk.
Pada suatu hari dalam pengembaraannya, ia menemukan secarik kertas bertuliskan basmallah tergeletak di tanah dan diinjak-injak oleh orang-orang yang berlalu lalang di jalan tersebut. Bisyr segera memungut, membersihkan dan memasukkan kertas itu ke dalam kantong bajunya.
Setelah itu, dengan sisa uang yang dimilikinya, Bisyr pergi ke toko parfum dan membeli satu botol wewangian seharga 2 dirham. Setelah mengharumkan kertas tersebut, Bisyr meletakkannya di tempat yang mulia.
Malam harinya Bisyr bermimpi mendengar sebuah suara yang berkata:
"Duhai Bisyr, engkau telah mengharumkan nama Allah, maka Allah akan mengharumkan namamu di dunia dan akherat."
Keesokan harinya beliau bertaubat dan akhirnya menjadi salah satu wali ALLAH (Kekasih Allah) yang keharuman namanya tak pernah pudar.
~ Hikmah di balik kisah tersebut ~
Tidak sedikit umat islam yang kurang memperhatikan kehormatan nama Allah.
Begitu banyak orang yang menjadikan kertas-kertas bertuliskan ayat-ayat Al QUR'AN sebagai pembungkus makanan atau sayuran.
Pembeli yang menemukan kertas bertuliskan nama Allah atau ayat-ayat Al Qur'an pun membiarkannya begitu saja dan tidak memuliakannya. Ini menunjukkan bahwa iman dan cinta mereka kepada Allah masih sangat tipis.
Akan tetapi Bisyr Al Hafi kendati saat itu berperangai buruk, ia mengerti akan kebesaran Allah dan memiliki hati yang mengagungkan Allah.
Ia tidak rela melihat nama Allah diinjak-injak.
Sikap beliau yang demikian ini membuahkan hasil yang luar biasa. Allah memberinya hidayah dan menjadikannya salah seorang kekasih-Nya.
Oleh karena itu, mari kita agungkan Allah dari lubuk hati yang paling dalam, sehingga Allah-pun memuliakan kita.
Kisah tersebut disebutkan dalam kitab Hilyatul Auliya juz VII, hal. 378 dan kitab Ar Risalatul Qusyairiyyah hal. 404-405.
Semoga bermanfaat dan membawa barokah.. Aamiin
0 Response to "MENJADI KEKASIH ALLAH BERKAT MEMULIAKAN NAMA ALLAH"
Post a Comment