Kita sering sekali mendengar orang yang berkata aku mencintaimu karena Allah. Tapi apakah itu sudah benar-benar mencintai karena Allah ?
Jadi bagaimana yang mencintai karena Allah dan yang bukan karena Allah ?
Apabila seseorang mencintai orang lain, lalu ia bergaul dan berteman dengannya hanya karena orang itu cinta kepada Allah dan berbuat taat kepada-Nya, maka cinta ini termasuk cinta karena Allah.
Apabila ia mencintainya dan berteman dengannya karena orang itu membantunya dalam urusan agamanya dan membantunya dalam berbuat taat kepada Tuhannya, berarti ia telah mencintainya karena Allah.
Apabila ia mencintainya dan berteman dengannya karena orang itu membantunya dalam urusan duniawi yang ia gunakan untuk urusan akheratnya, berarti ia telah mencintainya karena Allah.
Apabila ia mencintainya dan berteman dengannya lantaran kecondongan hati dan kecocokan dirinya dengan orang itu atau karena orang itu membantunya dalam urusan duniawi dan biaya kehidupan yang bisa ia nikmati fasilitasnya, maka inilah cinta secara tabi'at manusiawi, bukan tergolong sedikitpun cinta karena Allah.
Dan itulah persahabatan jiwa yang dilandasi oleh kecocokan tabi'at. Meski demikian, hal ini hukumnya mubah dan insya Allah juga tidak terlepas dari kebaikan.
Tetapi apabila mencintainya dan berteman dengannya karena orang ini membantunya dalam berbuat maksiat, aniaya, dan juga membantunya dalam menciptakan kefasikan dan kemungkaran, maka percintaan dan persahabatan inilah yang tercela dan buruk.
Hal itu berada di jalan syetan, dan bukan karena Allah sedikitpun.
Inilah yang kelak di akherat akan berubah menjadi permusuhan, bahkan terjadi di dunia sebelum akherat.
Hal ini sebagaimana firman Allah:
الأخلاء يومئذ بعضهم لبعض عدو إلا المتقين
Artinya: "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertaqwa"
(QS. Az-Zukhruf ayat 67)
Semoga cinta sesama kita selalu dilandasi karena Allah... Aamiin

0 Response to "KRITERIA CINTA KARENA ALLAH"
Post a Comment